var id = "5e23c963b98ec891dd64185dad31bea41e95096f"; class="post-template-default single single-post postid-25 single-format-standard no-slider content-r" layout='2'>

Damri Tingkatkan Layanan Digital Tuntas `fleet Management System`

Pengukuran dan perbaikan terhadap kinerja internal process nun merupakan hasil dari penerjemahan strategi organisasi mencegah terjadinya pemborosan terhadap upaya pemeriksaan proses-proses yang tidak punya dampak strategi. Baik Barkeley, DDI maupun McKinsey, tersebut menekankan sebuah proses pustaka dalam bentuk coaching & feedback. Kedua hal itu merupakan kunci dari keberhasilan suatu manajemen kinerja dimana setiap perkembangan yang dicapai oleh karyawan, peran manajer untuk melakukan coaching serta feedback atas pencapaian ini. McKinsey dalam artikelnya menyajikan untuk menambah jumlah diskusi antara atasan dan anak buah dengan perhatian yang kian besar untuk membuat proses PM ini seadil-adilnya. Satu buah strategi yang “fair” dari perusahaan untuk mengapresiasi kompetensi masing-masing karyawan untuk wajar loyal dan termotivasi menyampaikan kontribusi yang terbaik. Begitulah sebuah perusahaan yang menjalankan sistem meritokrasi dalam pengelolaan sumber daya manusianya.

Business Performance Management merupakan perembukan yang mengubah strategi bisnis menjadi tindakan/aksi yang mempunyai empat langkah proses, dimana proses-proses tersebut terbagi kepada strategi dan pelaksanaan. BPM memiliki keunggulan dalam bidang pemenuhan kebutuhan strategi perusahaan dengan melakukan pengukuran tentang proses-proses perusahaan. Sistem tata usaha kinerja menentukan aspek-aspek kompetensi yang berarti dan relevan dengan organisasi, terutama melalui analisis jabatan. Dengan penjabaran jabatan, dapat diketahui sekilas pekerjaan dan spesifikasi yang diperlukan untuk melaksanakan tingkah laku, sehingga dapat didefinisikan penguasaan seperti apa yang kudu ditampilkan oleh karyawan.

Manajemen penguasaan merupakan suatu upaya guna meningkatkan kemampuan karyawan biar bisa mencapai kinerja yang optimal. Manajemen kinerja berfungsi untuk meningkatkan produktifitas, efektifitas, dan efisiensi kinerja berdasar pada standar operasional prosedur yang berlaku agar mencapai dampak yang optimal. Performance review merupakan aktivitas berupa seminar antara karyawan dengan pemerintah untuk membahas hasil assessment yang dihasilkan pada tingkat sebelumnya.

Meritokrasi adalah sebuah system dalam memberikan penghargaan/bayaran/imbalan kepada pekerja/karyawan yang disesuaikan dengan keahliannya/jabatannya atau prestasinya. Terdapat daur manajemen kinerja yang status dan ditaati oleh seluruh elemen perusahaan, yaitu pada bentuk perencanaan kinerja, implementasi, pengawasan, dan evaluasi. Dikau harus selalu mampu memberikan penjelasan atas penilaian penguasaan keseluruhan kepada pegawai Dikau. Para pegawai perlu memiliki pemahaman yang jelas bakal hasil penilaian kinerja dengan diberikan dan bagaimana / apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki kinerja tersebut. Sementara itu, dalam komitmen sebuah manajemen tidak menutup kemungkinan terjadi salah umum yang hanya akan mudarat pihak perusahaan.

Diskusi yang biasanya disebut appraisal meeting itu sangat penting dilakukan, sebab menjadi aktivitas formal dimana karyawan mendapatkan umpan pulih atas kinerjanya. Mengingat pentingnya aktivitas ini namun seringkali menjadi titik lemah dari keseluruhan proses, appraisal meeting diibaratkan Achilles’ heel dibanding keseluruhan proses. Hal tersebut dikarenakan para manajer tak mampu memberikan feed back, baik itu saat penguasaan karyawan baik terlebih saat kinerjanya menurun.

Oleh sebab itu, harus ada kebijaksanaan tertentu untuk memperbaiki penguasaan manajemen agar lebih efektif. Tujuan manajemen kinerja merupakan untuk menciptakan lingkungan dalam mana orang dapat melakukan pekerjaan dengan kualitas unggul secara efektif dan penghematan. Pada dasarnya manajemen penguasaan dapat berhasil jika semua elemen organisasi menjalankan perannya dengan penuh dedikasi. Terdapat siklus manajemen kinerja nun baku dan dipatuhi segala elemen perusahaan, yaitu berupa perencanaan kinerja, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi. Pada dasarnya tumpuan manajemen kinerja adalah untuk menciptakan lingkungan di mana setiap orang dapat melakukan yang terbaik dari kesangkilan mereka sehingga menghasilkan pekerjaan dengan kualitas terbaik berdasar pada efektif dan efisien. Tumpuan appraisal adalah untuk mendorong kinerja karyawan dan meningkatkan budaya perusahaan yang positif. manajemen kinerja bertujuan guna mengevaluasi kinerja karyawan jadi dapat melakukan perbaikan dalam masa mendatang.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>